Kesehatan

DPRD Sidak RSUD Giri Emas, Soroti Layanan Pascaviral Oksigen dan Dorong Naik Tipe C

Ditulis oleh Jurnalis Ceritaterkini pada July 10, 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Singaraja, Ceritaterkini.co.id – DPRD Kabupaten Buleleng melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Giri Emas, Jumat (10/7/2026) sore, untuk menindaklanjuti viralnya keluhan masyarakat terkait dugaan gangguan pasokan oksigen. Dari hasil pengecekan, dewan memastikan stok oksigen rumah sakit dalam kondisi aman dan persoalan yang terjadi diduga dipicu miskomunikasi serta kesalahan teknis di lapangan.

 

Sidak dipimpin Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng Ketut Dody Tisna Adi bersama Ketua Fraksi Gerindra Putu Susanay dan Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, drh. Nyoman Dhukajaya. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan langsung kondisi pelayanan di rumah sakit rujukan wilayah timur Buleleng tersebut.

 

 

 

Ketut Dody Tisna Adi mengatakan sidak dilakukan agar DPRD tidak hanya berpatokan pada informasi yang beredar di media sosial, melainkan memperoleh gambaran utuh terkait pelayanan di RSUD Giri Emas.

 

“Merujuk dari informasi di media sosial, saya melihat ada kabar RSUD Giri Emas kekurangan oksigen. Karena itu saya ingin mengecek langsung kebenarannya seperti apa. Belum tentu semua yang beredar di media sosial sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujarnya.

 

Dari hasil pengecekan, DPRD menilai pasokan oksigen di RSUD Giri Emas masih mencukupi. Persoalan yang sempat viral disebut lebih mengarah pada miskomunikasi dan human error saat proses pergantian suplai oksigen, bukan karena stok benar-benar habis.

 

 

“Dari hasil kunjungan kami, itu lebih kepada miskomunikasi. Ada sedikit human error, tetapi kalau dilihat dari pasokan oksigen sebenarnya sudah cukup untuk pelayanan,” kata Dody.

 

Selain menelusuri persoalan oksigen, DPRD juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas layanan RSUD Giri Emas. Dody menilai rumah sakit tersebut perlu didorong naik status dari tipe D menjadi tipe C agar mampu menangani lebih banyak kasus tanpa harus merujuk pasien ke RSUD Kabupaten Buleleng.

 

“Kami akan dorong ke depan bersama Komisi IV agar rumah sakit ini bisa ditingkatkan menjadi tipe C,” tegasnya.

 

Senada dengan itu, drh. Nyoman Dhukajaya menyebut sidak juga dimaksudkan untuk memastikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit berjalan sesuai ketentuan, termasuk kecukupan tenaga medis spesialis dan sarana penunjang pelayanan.

 

 

“Kita ingin memastikan SPM pelayanan rawat inap dan pelayanan lainnya berjalan baik, termasuk ketersediaan sumber daya manusia spesialistik,” ujarnya.

 

Menurut Dhukajaya, peningkatan status rumah sakit menjadi tipe C membutuhkan sejumlah syarat, mulai dari penambahan kapasitas tempat tidur dari 50 menjadi 100 unit, kelengkapan fasilitas seperti USG dan laboratorium, hingga penambahan dokter spesialis. Kebutuhan anggaran untuk mendukung peningkatan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar di luar pengadaan alat kesehatan.

 

“Yang hari ini masih tipe D, kita dorong menjadi tipe C. Tentu harus dibarengi peningkatan sarana dan prasarana, termasuk jumlah bed yang sekarang 50 menjadi 100 bed,” katanya.

 

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha RSUD Giri Emas I Made Karmawan Putra menjelaskan kejadian yang sempat viral terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 Wita. Ia menegaskan gangguan bukan terjadi pada sentral oksigen, melainkan pada outlet oksigen di ruang pelayanan.

 

“Kalau secara kronologis, kejadian itu terjadi antara pukul 03.00 sampai 04.00 dini hari. Yang mengalami kekosongan itu outlet oksigen, bukan sentral oksigennya,” jelasnya.

 

Menurut Karmawan, setelah menerima laporan dari keluarga pasien, petugas segera mengalihkan suplai ke stok cadangan sehingga aliran oksigen kembali normal. Ia memastikan stok oksigen rumah sakit selama ini dalam kondisi aman karena pengadaan rutin dilakukan sebelum persediaan menyentuh batas minimal.

 

“Saat itu stok kita cukup. Begitu persediaan berada di angka 20 tabung, kami pasti langsung melakukan pemesanan oksigen,” katanya.

 

 

Manajemen RSUD Giri Emas mengakui insiden tersebut menjadi bahan evaluasi internal. SOP pelayanan disebut telah diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. Pihak rumah sakit juga menyambut positif dorongan DPRD untuk meningkatkan status rumah sakit menjadi tipe C karena dinilai akan memperluas cakupan layanan spesialis bagi masyarakat wilayah timur Buleleng.

 

Saat ini RSUD Giri Emas masih kekurangan sejumlah dokter spesialis, salah satunya dokter spesialis jantung yang sudah tidak lagi bertugas sejak awal 2026. Untuk memenuhi syarat peningkatan status rumah sakit, manajemen memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan fisik dan sarana prasarana mencapai sekitar Rp25 miliar.

 

“Kalau untuk penambahan fisik dan sarpras mungkin kisaran di angka Rp25 miliar, tetapi itu masih harus dihitung kembali sesuai kebutuhan pelayanan menuju tipe C,” ujar Karmawan.

 

Writer: Francelino

Editor: Francelino

Ditulis oleh Jurnalis Ceritaterkini

Jurnalis dan penulis berita di Ceritaterkini Media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian