Daerah

DPRD Buleleng Dorong Program KUA-PPAS 2027 Berdampak ke Warga

Ditulis oleh Jurnalis Ceritaterkini pada August 8, 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Singaraja, Ceritaterkini.co.id – Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng mendorong agar program yang masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Buleleng bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan), Jumat (7/8/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Buleleng Wayan Masdana dan dihadiri anggota Komisi II serta jajaran kedua organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam pembahasan bersama DLH, Komisi II mengapresiasi capaian program dan kinerja DLH sepanjang 2026. Namun, persoalan pengelolaan sampah dinilai masih perlu mendapat perhatian serius dan berkelanjutan.

Komisi II meminta DLH memetakan wilayah di setiap kecamatan yang masih menghadapi persoalan sampah, termasuk mengevaluasi operasional tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) di desa-desa.

Selain itu, DLH didorong mengembangkan inovasi pengelolaan sampah untuk meningkatkan efektivitas sekaligus menekan biaya operasional melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Penanganan sampah harus menjadi perhatian bersama. Kami di Komisi II siap memberikan dukungan, termasuk dari sisi penganggaran, namun diperlukan pemetaan yang jelas, inovasi yang berkelanjutan serta kolaborasi semua pihak,” kata Wayan Masdana.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar persoalan sampah di Kabupaten Buleleng dapat ditangani secara optimal.

Anggota Komisi II juga meminta DLH mempercepat penanganan pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan serta meningkatkan sosialisasi pemilahan sampah hingga ke masyarakat.

40 TPS3R Masih Aktif

Menanggapi masukan tersebut, DLH menyampaikan bahwa pengelolaan sampah masih terkendala keterbatasan sarana di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala.

DLH membutuhkan tambahan alat berat untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

Dari 59 unit TPS3R yang tersebar di sembilan kecamatan, sebanyak 40 unit masih aktif. Sementara itu, 19 unit lainnya belum beroperasi.

DLH menyatakan akan terus melakukan pembinaan dan optimalisasi terhadap TPS3R yang belum aktif.

Program Pertanian Harus Berdampak Langsung

Dalam pembahasan bersama Distankan, Komisi II menekankan agar penyusunan program 2027 tetap berorientasi pada skala prioritas.

Program yang disusun diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama petani, peternak, dan nelayan.

Komisi II juga mengapresiasi inovasi Distankan dalam meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sejumlah masukan turut disampaikan, antara lain terkait pengembangan Rumah Potong Hewan (RPH), pencegahan rabies, optimalisasi lahan sawah produktif, serta regenerasi petani. Regenerasi petani dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Distankan memaparkan inovasi yang tengah dipersiapkan berupa pasar lelang digital berbasis marketplace.

Platform tersebut nantinya mempertemukan petani dan nelayan dengan calon pembeli secara langsung.

Inovasi itu diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai jual hasil produksi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Distankan juga menyampaikan masih terdapat sejumlah saluran irigasi yang mengalami kekeringan. Kondisi tersebut terjadi karena air terserap sebelum mencapai lahan pertanian.

Persoalan irigasi itu menjadi salah satu fokus penanganan yang akan diprioritaskan pada tahun mendatang.

Dibahas Bersama Banggar

Hasil RDP Komisi II bersama OPD mitra kerja selanjutnya akan dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Buleleng.

Pembahasan tersebut dilakukan untuk menyinkronkan dan mendalami prioritas program serta alokasi anggaran.

Dengan demikian, kebijakan anggaran diharapkan selaras dengan arah pembangunan daerah, kebutuhan masyarakat, dan kemampuan keuangan daerah sebelum memasuki pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Ditulis oleh Jurnalis Ceritaterkini

Jurnalis dan penulis berita di Ceritaterkini Media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian